Pidana Minimum Bagi Anak Dibawah Umur


Dalam Perkara No. 2824 K/Pid/2006

(putusan belum d-upload di www.putusan.net)

 

Terlepas dari alasan-alasan tersebut, ternyata judex factie telah salah menerapkan peraturan hukum/tidak menerapkan sebagaimana mestinya, karena judex factie telah menerapkan penjatuhan pidana terhadap Terdakwa yang masih berumur 14 tahun ini sama dengan terhadap orang dewasa, sedangkan berdasarkan Pasal 26 (1) Undang-Undang No.3 Tahun 1997 penjatuhan pidana terhadap anak nakal paling lama ½ dari maximum ancaman pidana penjara bagi orang dewasa, serta secara acontrario dapat ditafsir pula paling lama ½ dari minimum ancaman pidana penjara bagi orang dewasa ;

Oleh karena Terdakwa masih begitu muda belum mengetahui baik buruknya perbuatan yang dilakukannya tersebut dan supaya pemidanaan tidak mempengaruhi pendidikannya masa mendatang, maka perlu hanya dilakukan tindakan terhadap Terdakwa tersebut berupa pengembalian pada orang tua untuk dapat dilakukan pengawasan dan pembinaan yang lebih terarah (Pasal 24 (1) Undang-Undang No.3 Tahun 1997 ;

Resume Perkara:

Pencabulan yang dilakukan oleh anak dibawah umur (14 Tahun) terhadap anak dibawah umur. Dalam perkara ini Terdakwa didakwa oleh JPU melanggar pasal 82 UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak. JPU menuntut Terdakwa dengan pidana penjara minimum yaitu 3 tahun serta denda sebesar Rp. 6 Juta. Ditingkat pertama dan banding Pengadilan menghukum Terdakwa dengan pidana penjara 3 tahun dan denda Rp. 6 Juta Rupiah. Oleh Mahkamah Agung pidana tersebut dibatalkan dan diganti dengan hukuman tindakan mengembalikan terpidana kepada orang tuanya untuk dilakukan pembinaan. MA mendasarkan putusannya pada UU No. 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak.

Majelis Hakim Agung : 1) Iskandar Kamil (Ketua); 2) Djoko Sawoko (Anggota); 3) Bahaudin Qoudry (Anggota)

 

Catatan Tambahan: Pertimbangan serupa terdapat dalam putusan No. 277 K/Pid/2007 dengan Majelis Hakim Agung yang sama. Serta dalam putusan MA No. 695 K/Pid/2006 dengan Majelis Hakim Agung Iskandar Kamil (Ketua), Bahauddin Qaudry dan Kaimuddin Salle.


 

Pertimbangan ini berbeda dengan putusan MA No. 2057 K/Pid/2006 dengan Majelis Hakim Agung yang terdiri dari Prof. Dr. Muchsin (Ketua), Andar Purba dan Rahgena Purba. Dalam perkara ini pada tingkat Banding PT membatalkan putusan PN yang menjatuhkan hukuman terhadap Terdakwa selama 4 th, PT mengubahnya menjadi 1 th 6 bln dan dendan 30 Jt subsider kurungan 15 hari dengan yang persis sama dengan pertimbangan MA dalam putusan di atas ini. Atas putusan Banding tersebut JPU mengajukan Kasasi yang pada intinya berpendapat bahwa PT salah dalam menafsirkan UU 3 Tahun 2007, dalam UU tersebut tidak diatur mengenai ancaman minimum. Atas keberatan JPU ini MA menyatakan bahwa keberatan dapat diterima, MA kemudian membatalkan putusan PT dan menghukum Terdakwa dengan Penjara 3 th dan denda 30 jt.

 

(sumber putusan: www.putusan.mahkamahagung.go.id )

12 comments

  1. arsil.. boleh minta putusan lagi yg ini ga? putusan yang no.876 kmarin cuma 10 lembar, trus yang no.2105 hal terakhirnya ga ada, yg bagian ttd nya, jadi ga bisa juga buat skripsi.

    jadi, skripsi gue itu tentang acara pidana dan menggunakan putusan, putusannya itu harus yang bermasalah, kalo bisa tahun 07-09.
    bermasalahnya itu maksudnya proses beracara di putusan itu ada yg tidak sesuai kuhap, misalnya surat dakwaannya atau penjatuhan hukuman yg tidak sesuai batas minimum atau maximum, dan semacamnyalah, begituuuu..

    hmm.. kira2 punya ga putusan yg salah? putusan pidana, TUN atau pengadilan agama gitu?

    makasih ya arsiil *nama dr email lo.
    kirimin yang ini ya : always.intan@yahoo.com
    makasiiiiiihhh..

  2. punten,,,, kang boleh minta copyan putusan yg ini ga?

    yang no.2824 K/Pid/2006 sama No. 2057 K/Pid/2006…

    saya butuh banget buat perbandingan, saya sudah cari di web putusan MA tapi putusan nya sudah tidak ada…

    terimakasih banyak sebelum nya,,,

    tolong di email ke gackt_sheil@yahoo.com

  3. mas maaf mau nanya,, kalau putusan yang No. 277 K/Pid/2007 sama putusan MA No. 695 K/Pid/2005 punya ga? soal nya putusan yang No. 2824 K/Pid/2006 hakim nya tidak memutus dengan pertimbangan pidana minimum nya

  4. @lena : tidak bisa. putusan pengadilan hanya bisa dibatalkan/diubah oleh putusan pengadilan yang lebih tinggi.
    btw tadi saya coba balas via email tapi bounce back.

  5. maaf pak mau nanya ketika seorang anak misal A (14) dan B (12)
    A membunuh B yang sama sama masih anak anak di UU gx ada batas Minimum adanya maksimal .tetapi hakim menjatuhkan Hukuman 8 tahun apakah itu sudah sesuai .dengan kasus yang seperti itu sementara pelaku masih anak.apakah juga bisa di bandikan dengan merujuk artikel dan yuriprudensi MA diatas untuk memperingan terima kasih.
    mohon dibalas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s